
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ
عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ
قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي
تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ
وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ
سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
“ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah
telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain
(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari
harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada
Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah
telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan
nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat
tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka
janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya
Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. “
Sebuah hadis juga disebutkan bahwasanya setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ
عَنِ
النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم؛ أَنَّهُ قَالَ : أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ.
وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. فَاْلأَمِيْرُ الَّذِي عَلَى
النَّاسِ رَاعٍ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالرَّجُلُ رَاعٍ
عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُمْ. وَالْمَرْأَةُ
رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ، وَهِيَ مَسْئُوْلَةٌ
عَنْهُمْ. وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ
عَنْهُ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ. وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:
Dari Nabi
Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: Ketahuilah!
Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai
pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang
memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban
terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota
keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka.
Seorang istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan
ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang
budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai
pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah!
Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai
pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Maka dari itu belajarlah menjadi pemimpin yang baik, sesungguhnya contoh atau teladan pemimpin rumah tangga yang baik ada pada Nabi Muhammad, SAW. Berharap bahtera rumah tangga yang dijalani mendapat keridhaan-Nya serta menjadi jembatan menuju surga-Nya Allah. Yakinlah bahwasanya jika hambanya bersungguh- sungguh menjalankan perintah-Nya maka Allah akan membantu.
Ya Allah ampunilah dosa- dosaku, dosa kepada Ibu Bapak, dosa kepada Istri, dosa kepada saudara - saudaraku, dosa kepada kaum muslimin dan muslimat, kuatkanlah aku dalam mengarungi bahtera rumah tangga, Jadikan aku orang yang selalu menjalankan kewajibanku terhadap_Mu, Menjalankan kewajibanku terhadap orangtuku, menjalankan kebajibanku terhadap istri serta anak- anakku, Jadikanlah aku imam
bagi keluargaku. Imam yang adil dan mengajak kepada jalan yang Engkau
ridhoi. Bimbinglah aku dalam memimpin. Tegurlah aku dikala lalai dari
tanggung jawabku, dengan teguran Rahman dan Rahim-Mu. Jauhkanlah aku
dari sifat-sifat buruk dan bejat, dzhalim dan fasik, dari sifat ujub dan
khianat, dan dari segala sifat yang mendatangkan mudharat dan murka-Mu.
Kuatkanlah keimananku, sebagai obor penerang bagi keluargaku dalam
mengarungi gelapnya kehidupan akhir zaman ini. Bimbinglah kamiYa Allah…Ampunilah semua dosa – dosa
istriku. Hindarkan ia dari segala kesulitan, mudahkanlah segala
urusannya untuk menggapai RidhoMu. Hindarkan ia dari segala sifat-sifat
buruk, khianat, dan segala sifat yang mendatangkan murkaMu. Berikanlah
ia selalu sifat yang sabar dan penuh syukur. Jauhkan ia dari segala
kemaksiatan baik besar maupun kecil, perzinahan baik besar maupun kecil,
perselingkuhan baik besar maupun kecil. Jauhkan ia dari segala godaan
laki-laki dan segala godaan yang menjerumuskan. Berikan selalu istriku
kemampuan yang kuat untuk menjaga kesucian dan kehormatannya. Tuntunlah
ia selalu ke jalan yang lurus, jalan yang engkau Ridhoi. Jadikanlah ia
isteri shalehah, yang patuh dan setia kepadaku, Jadikanlah ia
sebaik-baik perhiasan dunia bagiku. Tanamkan cinta yang tulus dihatinya
untuk mencitaiku sepenuhnya seperti aku mencintainya sepenuh hatiku
sepenuh jiwaku. Satukanlah kami selalu didunia maupun diakherat.
Jadikanlah isteriku isteri yang taat menjalankan perintah-Mu, dan tegas
meninggalkan larangan-Mu. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam menuntut
ilmu. Menjadi guruku. Menjadi muridku. Menjadi teman belajarku. Menjadi
rekan sejawatku dalam berlomba-lomba di jalan kebaikan.
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ
وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا اُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ
عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
Duhai
Tuhan kami, jadikan kami berdua orang yang patuh kepada-Mu; jadikan keturunan
kami ummat yang patuh kepada-Mu; tunjukkan kepada kami tempat-tempat ibadah
haji kami; dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menerima taubat
dan Maha Penyayang. Al-Baqarah/2: 128