Rabu, 01 Februari 2017

Amanah Suami

Istriku adalah amanah yang diberikan oleh Allah. Istriku merupakan salah satu jembatanku menuju surga-Nya Allah, namun bisa pula menjadi jalanku ke neraka. Aku dipercayai Allah utuk menjadi imamnya, segala hal yang berkaitan dengan istriku adalah tanggung jawabku sebagai pemimpin rumah tangga. sebagaimana Firman Allah di dalam QS al- Nisa’ : 34 : 
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
 “ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. “
Sebuah hadis juga disebutkan bahwasanya setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ
عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم؛ أَنَّهُ قَالَ : أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ. وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. فَاْلأَمِيْرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُمْ. وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ، وَهِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْهُمْ. وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ. وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.


Maka dari itu belajarlah menjadi pemimpin yang baik, sesungguhnya contoh atau teladan pemimpin rumah tangga yang baik ada pada Nabi Muhammad, SAW. Berharap bahtera rumah tangga yang dijalani mendapat keridhaan-Nya serta menjadi jembatan menuju surga-Nya Allah. Yakinlah bahwasanya jika hambanya bersungguh- sungguh menjalankan perintah-Nya maka Allah akan membantu.
Ya Allah ampunilah dosa- dosaku, dosa kepada Ibu Bapak, dosa kepada Istri, dosa kepada saudara - saudaraku, dosa kepada kaum muslimin dan muslimat, kuatkanlah aku dalam mengarungi bahtera rumah tangga, Jadikan aku orang yang selalu menjalankan kewajibanku terhadap_Mu, Menjalankan kewajibanku terhadap orangtuku, menjalankan kebajibanku terhadap istri serta anak- anakku, Jadikanlah aku imam bagi keluargaku. Imam yang adil dan mengajak kepada jalan yang Engkau ridhoi. Bimbinglah aku dalam memimpin. Tegurlah aku dikala lalai dari tanggung jawabku, dengan teguran Rahman dan Rahim-Mu. Jauhkanlah aku dari sifat-sifat buruk dan bejat, dzhalim dan fasik, dari sifat ujub dan khianat, dan dari segala sifat yang mendatangkan mudharat dan murka-Mu. Kuatkanlah keimananku, sebagai obor penerang bagi keluargaku dalam mengarungi gelapnya kehidupan akhir zaman ini. Bimbinglah kamiYa Allah…Ampunilah semua dosa – dosa istriku. Hindarkan ia dari segala kesulitan, mudahkanlah segala urusannya untuk menggapai RidhoMu. Hindarkan ia dari segala sifat-sifat buruk, khianat, dan segala sifat yang mendatangkan murkaMu. Berikanlah ia selalu sifat yang sabar dan penuh syukur. Jauhkan ia dari segala kemaksiatan baik besar maupun kecil, perzinahan baik besar maupun kecil, perselingkuhan baik besar maupun kecil. Jauhkan ia dari segala godaan laki-laki dan segala godaan yang menjerumuskan. Berikan selalu istriku kemampuan yang kuat untuk menjaga kesucian dan kehormatannya. Tuntunlah ia selalu ke jalan yang lurus, jalan yang engkau Ridhoi.  Jadikanlah ia isteri shalehah, yang patuh dan setia kepadaku, Jadikanlah ia sebaik-baik perhiasan dunia bagiku. Tanamkan cinta yang tulus dihatinya untuk mencitaiku sepenuhnya seperti aku mencintainya sepenuh hatiku sepenuh jiwaku. Satukanlah kami selalu didunia maupun diakherat. Jadikanlah isteriku isteri yang taat menjalankan perintah-Mu, dan tegas meninggalkan larangan-Mu. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam menuntut ilmu. Menjadi guruku. Menjadi muridku. Menjadi teman belajarku. Menjadi rekan sejawatku dalam berlomba-lomba di jalan kebaikan.

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا اُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
Duhai Tuhan kami, jadikan kami berdua orang yang patuh kepada-Mu; jadikan keturunan kami ummat yang patuh kepada-Mu; tunjukkan kepada kami tempat-tempat ibadah haji kami; dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Al-Baqarah/2: 128